Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

Penghargaan-Iluni-Februari-2018.jpg
22/Apr/2018

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menilai lulusan Universitas Indonesia (UI) sejak zaman kemerdekaan hingga milenial saat ini telah berkiprah nyata dalam berbagai perjuangan serta pembangunan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. Karya-karya nyata tersebut telah dirasakan manfaatnya bukan oleh bangsa Indonesia maupun masyarakat dunia.

“Peran dan Karya nyata alumni UI terasa sangat penting bukan hanya untuk UI, bangsa Indonesia tapi juga masyarakat dunia, “papar Ketua umum ILUNI UI Arief Budhi Hardono ketika memberikan sambutan di acara Pemberian Anugerah Apresiasi Karya Alumni UI, Rabu (7/2/2018) di Aula Imeri FKUI Salemba Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Rektor UI Mohammad Anis, Menteri Negara Perencanaaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas Bambang Sumantri Brojonegoro, Direktur Utama BCA yang juga Alumni UI Jahja Setiaatmaja, Ketua Alumni UI Eman Sulaeman Nasim, para alumni UI penerima Anugerah Apresiasi, guru besar, dekan serta dosen di lingkungan UI dan pengurus ILUNI Fakultas dan daerah.

Penghargaan yang diadakan untuk kedua kalinya ini diberikan kepada Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Dirjen kekayaan Intelektual Freddy Haris serta Direktur Utama Rumah Sakit Pelni Dr dr Fathema Djan Rahmat.

Menurut Sekjen ILUNI UI Andre Rahadian, dipilihnya Tito Sulistio sebagai alumni penerima anugerah apresiasi karya alumni UI di bidang pasar modal, karena selama menjadi Dirut BEI berhasil membawa Bursa mencapai indeks tertinggi sepanjang sejarah.

“Dr Freddy Haris terpilih karena pada saat beliau menjadi Dirjen AHU berhasil mempercepat pendirian perusahaan di Indonesia. Selain itu juga memberikan kemudahan akses atau data perusahaan di Indonesia menjadi salah satu faktor penting dari Index Doing Busines yang diterbitkan world Bank” jelas Andre Rahadian.

Sedangkan Dr Fathema Djan Rachmat terpilih memperoleh penghargaan anugerah karena dianggap sukses memperbaiki kinerja rumah sakit sebagai penerima BPJS terbesar.

Dalam sambutan kuncinya, Menteri Bambang Sumatri Brodjonegoro mengakui UI dan para alumninya berkiprah nyata dalam pembangunan terutama penurunan angka kemiskinan. Di awal orde baru dengan bantuan UI dan para alumninya, negara berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 40 persen menjadi sekitar 12 persen.

“ILUNI UI berkontribusi nyata dalam upaya mencapai target dari tujuan pembangunan untuk Indonesia yang lebih baik sesuai profesi dan keahliannya masing-masing,” kata Meneg PPN dan Kepala Bappenas Sumatri Brodonegoro.

Bambang Sumatri Brodjonegoro juga berharap alumni UI untuk terus berkiprah dan berpartisipasi di pemerintahan.

Selain itu pemerintah dan negara juga membutuhkan alumni-alumni UI yang peduli pada pembangunan dan pengurangan kemiskinan.

Sedangkan Rektor UI Mohammad Anis menyampaikan, kemajuan UI dan kiprahnya di masyarakat dan bangsa ditentukan oleh para alumni dan dosen-dosen yang berkualitas. Selama ini alumni UI dan civitas akademika nya telah memberikan sumbangan yang nyata dalam pembangunan di Indonesia dan dunia.


22/Apr/2018

Pada hari ini kami mewakili team JPKP DKI untuk membantu pendampingan pasien a/n destiana nur afifah anak dari bpk.Deni. riwayat penyakit pneunomia dirawat selama 22hari.

Langkah awal kami menemui pihak management yaitu Dr. Dewi Fankhuning Dyah dan dr. Sheira Aurani. Disana kami disambut dengan ramah dan hangat sekali. Kemudian kami paparkan kondisi yang sesungguh nya kepada Dr. Dewi. Dan akhir nya direktur utama rumah sakit pelni ibu dr. Fathema Djan Rachmat pun memahami. Beliau membebaskan seluruh biaya perawatan rumah sakit. Betapa kami sangat terharu dan bahagia sekali atas kebijaksanaan dari beliau. Kami sangat bangga bisa berjumpa dengan beliau. Bahkan Dr. Dewi membantu dalam pemantauan pasien dengan bekerjasama menghubungi PUSKESMAS, karena kondisi tempat tinggal yang tidak layak bagi kesehatan pasien.

Kemudian kami diarahkan oleh dr. Sheira Aurani kebagian administrasi untuk bertemu dengan ibu Wildan. Disana bpk. Deni membuat surat pernyataan keterangan tidak mampu diatas materai. Ibu Wildan pun sangat ramah. Kami meminta arahan bagaimana bila ada pasien yang kurang mampu agar bisa di rujuk ke rumah sakit pelni. Senang sekali beliau memberi informasi yang lengkap sesuai prosedur.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besar nya kepada pihak rumah sakit pelni terutama kepada :
– Ibu dr. Fathema Djan Rachmat SpB Sp.BTKV (K) MPH
– Ibu Dr. Dewi Fankhuningdyah
– Ibu dr. Sheira Aurani
Semoga JPKP selalu bisa bersinergi dengan pihak rumah sakit pelni.


malcolm-1.jpg
22/Apr/2018

Jakarta (ANTARA News) – Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang “Indonesian Quality AWARD 2017” dengan memenangkan kategori Good Performance dan Gold Growth Achievement Performance Baldrige Excellent Framework.

“RS Pelni mendapatkan penghargaan dari band 3 early improvement naik menjadi band 4 good performance. Dan juga menerima penghargaan Kenaikan Score tertinggi dengan penghargaan Gold Growth Performance Baldrige Excellent Framework,” ujar Direktur Utama RS Pelni Fathema Djan Rachmat di Jakarta, Selasa.

Baldrige Excellent Framework adalah metodologi manajemen yang bagus sekali untuk menghadapi era disruptif ini karena metode ini menantang RS Pelni untuk meningkatkan daya kompetisi global, ungkap dia.

Fathema mengatakan RS Pelni mendapatkan penghargaan sebagai hasil kerja keras dalam meningkatkan kemampuan baik di Health care nasional maupun internasional dan juga berkompetisi dengan bidang lainnya.

“Dalam organisasi harus tumbuh dan meningkat menjadi lebih baik atau dia akan tertinggal,” ujar dokter spesialis jantung itu.

Ia berharap RS Pelni dapat terus melayani pasien dengan baik dan nilai tambah yang dapat diterima oleh pasien dan terus berjuang meningkatkan daya kompetisi global untuk bersaing dengan RS lain di luar negeri.

Penganugerahan Indonesian Quality Award 2017 diselenggarakan oleh Indonesian Quality Award (IQA) Foundation

RS Pelni mendapatkan dua penghargaan setelah mengikuti serangkaian penilaian selama satu minggu pada awal Oktober 2017.

Pada awal oktober 2017, Tim Examiner Indonesian Quality Award (IQA) melakukan kunjungan ke RS Pelni. Tujuan dari kunjungan ini dilakukan dalam rangka melakukan klarifikasi- klarifikasi terhadap hal-hal yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait informasi yang disampaikan dalam dokumen aplikasi.

Tim Penguji beranggotakan Tumpah Siregar sebagai ketuanya, kemudian I Gusti Lanang Utawa, Philips Kembaren, Suyanto dan Tolopan Tobing.

Assessment untuk penilaian kinerja berdasarkan kriteria Baldrige Excellence Framework (education) 2017-2018.

IQA Foundation adalah satu satunya pemegang lisensi Baldrige Excellent Framework Amerika di Indonesia


Telco-1-1200x900.jpg
22/Apr/2018

Pada tanggal 31 oktober 2017 RS Pelni menerima penghargaan dari itech untuk kategori TOP IT 2017 dan TOP LEADER IN ICT LEADERSHIP 2017

“Ada kolaborasi antara bagian TI dengan pengguna, pemangku kepentingan, dan pemilik proses bisnis. Jadi, TI tidak bisa sendiri membangun sistem, tetapi harus melibatkan banyak pihak”

Ada cerita menarik dari implementasi sistemTI (teknologi informasi) di rumah Sakit Pelni (RS Pelni), Jakarta. Yakni, dalam tahap perancangan sampai impelementasi sistem TI, proses komunikasi timbal-balik berlangsung gencar.

Divisi TI banyak menghimpun masukan ataupun menyosialisasikan pentingnya sistem TI ke calon pengguna seperti dokter, perawat, bagian administrasi, bagian akuntansi, dan lain-lain. Nah, komunikasi dua arah itu menghasilkan sejumlah dampak nyata bagi operasional RS Pelni, yang tentunya bermanfaat bagi pihak lain seperti pasien dan keluarganya.

“Ada kolaborasi antara bagian TI dengan pengguna, pemangku kepentingan, dan pemilik proses bisnis. Jadi, TI tidak bisa sendiri membangun sistem, tetapi harus melibatkan banyak pihak,” kata Kepala Divisi Information Technology dan Pengadaan Rumah Sakit Pelni, Narkim Nurhakim.

Memang, untuk mengembangkan sistem TI, RS Pelni tidak kepalang tanggung. Bayangkan, kini IT governance sudah dipunyai oleh RS Pelni. Sejumlah dampak positif yang nyata pun telah dituai dari sistem TI tersebut. Apa sajakah?

Narkim menjelaskan bahwa, pertama, ada efiensi biaya seperti penggunaan kertas dan SDM. “Kualitas pelayanan ke pasien lebih cepat dan baik. Proses registrasi yang dulu sampai dua jam, kini bisa hanya dalam hitungan menit via Anjungan Pendaftaran Mandiri,” dia menjelaskan.

Selanjutnya, berkat penerapan sistem TI, keamanan data dan informasi menjadi lebih bagus. Pasalnya, kini semua itu menggunakan data elektronik, bukan hard copy yang bisa tercecer ke banyak tempat. Sistem TI di RS Pelni pun dikembangkan sendiri oleh tim internal, bukan menggunakan perangkat lunak keluaran vendor tertentu. Walhasil, sistem TI tersebut bisa diimplementasikan sesuai dengan keinginan para pengguna seperti dokter, perawat, akuntan, dan lain-lain. “Saat perancangan, sangat biasa bahwa ada perawat dan SDM bagian lain yang sering datang ke divisi IT. Tujuannya untuk bertanya ataupun memberi masukan terkait sistem TI yang akan dikembangkan,” Narkim menceritakan.

Karena dikembangkan secara internal dengan platform open source, sistem TI tersebut melahirkan efisiensi biaya pengadaan. Narkim berkata, “Kalau membeli perangkat lunak dari luar, bisa berbiaya Rp 5,8 miliar. Nah, anggaran tersebut tidak perlu dikeluarkan RS Pelni, bukan?”

Selanjutnya, RS Pelni punya road map pengembangan sistem TI. Dalam hal ini, di tahun 2017, proses TI-nisasi ke SDM ditargetkan selesai 100%. Adapun di tahun 2018, ada target bahwa RS Pelni menjadi suatu smart hospital. Dalam smart hospital tersebut, ada berbagai menu yang muncul. Semisal, sistem human resources (HR) di RS Pelni akan berbasis data elektronik. Juga, untuk tititik-titik layanan di rumah sakit itu, informasi yang dihadirkan bakal lebih cepat dan menarik. Dan selanjutnya, informasi seperti itu akan terhubung ke suatu knowledge management system.

Dengan semua itu, tidaklah heran ketika RS Pelni mendapatkan penghargaan Top IT Implementation on BUMN Hospital 2017, dalam ajang Top IT and Telco 2017 yang digelar oleh Majalah ITech, bukan?.

www.ITECH.id


Copyright by RS PELNI 2017. All rights reserved.