Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

malcolm-1.jpg
20/Jul/2018

Jakarta (ANTARA News) – Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang “Indonesian Quality AWARD 2017” dengan memenangkan kategori Good Performance dan Gold Growth Achievement Performance Baldrige Excellent Framework.

“RS Pelni mendapatkan penghargaan dari band 3 early improvement naik menjadi band 4 good performance. Dan juga menerima penghargaan Kenaikan Score tertinggi dengan penghargaan Gold Growth Performance Baldrige Excellent Framework,” ujar Direktur Utama RS Pelni Fathema Djan Rachmat di Jakarta, Selasa.

Baldrige Excellent Framework adalah metodologi manajemen yang bagus sekali untuk menghadapi era disruptif ini karena metode ini menantang RS Pelni untuk meningkatkan daya kompetisi global, ungkap dia.

Fathema mengatakan RS Pelni mendapatkan penghargaan sebagai hasil kerja keras dalam meningkatkan kemampuan baik di Health care nasional maupun internasional dan juga berkompetisi dengan bidang lainnya.

“Dalam organisasi harus tumbuh dan meningkat menjadi lebih baik atau dia akan tertinggal,” ujar dokter spesialis jantung itu.

Ia berharap RS Pelni dapat terus melayani pasien dengan baik dan nilai tambah yang dapat diterima oleh pasien dan terus berjuang meningkatkan daya kompetisi global untuk bersaing dengan RS lain di luar negeri.

Penganugerahan Indonesian Quality Award 2017 diselenggarakan oleh Indonesian Quality Award (IQA) Foundation

RS Pelni mendapatkan dua penghargaan setelah mengikuti serangkaian penilaian selama satu minggu pada awal Oktober 2017.

Pada awal oktober 2017, Tim Examiner Indonesian Quality Award (IQA) melakukan kunjungan ke RS Pelni. Tujuan dari kunjungan ini dilakukan dalam rangka melakukan klarifikasi- klarifikasi terhadap hal-hal yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait informasi yang disampaikan dalam dokumen aplikasi.

Tim Penguji beranggotakan Tumpah Siregar sebagai ketuanya, kemudian I Gusti Lanang Utawa, Philips Kembaren, Suyanto dan Tolopan Tobing.

Assessment untuk penilaian kinerja berdasarkan kriteria Baldrige Excellence Framework (education) 2017-2018.

IQA Foundation adalah satu satunya pemegang lisensi Baldrige Excellent Framework Amerika di Indonesia


Telco-1-1200x900.jpg
20/Jul/2018

Pada tanggal 31 oktober 2017 RS Pelni menerima penghargaan dari itech untuk kategori TOP IT 2017 dan TOP LEADER IN ICT LEADERSHIP 2017

“Ada kolaborasi antara bagian TI dengan pengguna, pemangku kepentingan, dan pemilik proses bisnis. Jadi, TI tidak bisa sendiri membangun sistem, tetapi harus melibatkan banyak pihak”

Ada cerita menarik dari implementasi sistemTI (teknologi informasi) di rumah Sakit Pelni (RS Pelni), Jakarta. Yakni, dalam tahap perancangan sampai impelementasi sistem TI, proses komunikasi timbal-balik berlangsung gencar.

Divisi TI banyak menghimpun masukan ataupun menyosialisasikan pentingnya sistem TI ke calon pengguna seperti dokter, perawat, bagian administrasi, bagian akuntansi, dan lain-lain. Nah, komunikasi dua arah itu menghasilkan sejumlah dampak nyata bagi operasional RS Pelni, yang tentunya bermanfaat bagi pihak lain seperti pasien dan keluarganya.

“Ada kolaborasi antara bagian TI dengan pengguna, pemangku kepentingan, dan pemilik proses bisnis. Jadi, TI tidak bisa sendiri membangun sistem, tetapi harus melibatkan banyak pihak,” kata Kepala Divisi Information Technology dan Pengadaan Rumah Sakit Pelni, Narkim Nurhakim.

Memang, untuk mengembangkan sistem TI, RS Pelni tidak kepalang tanggung. Bayangkan, kini IT governance sudah dipunyai oleh RS Pelni. Sejumlah dampak positif yang nyata pun telah dituai dari sistem TI tersebut. Apa sajakah?

Narkim menjelaskan bahwa, pertama, ada efiensi biaya seperti penggunaan kertas dan SDM. “Kualitas pelayanan ke pasien lebih cepat dan baik. Proses registrasi yang dulu sampai dua jam, kini bisa hanya dalam hitungan menit via Anjungan Pendaftaran Mandiri,” dia menjelaskan.

Selanjutnya, berkat penerapan sistem TI, keamanan data dan informasi menjadi lebih bagus. Pasalnya, kini semua itu menggunakan data elektronik, bukan hard copy yang bisa tercecer ke banyak tempat. Sistem TI di RS Pelni pun dikembangkan sendiri oleh tim internal, bukan menggunakan perangkat lunak keluaran vendor tertentu. Walhasil, sistem TI tersebut bisa diimplementasikan sesuai dengan keinginan para pengguna seperti dokter, perawat, akuntan, dan lain-lain. “Saat perancangan, sangat biasa bahwa ada perawat dan SDM bagian lain yang sering datang ke divisi IT. Tujuannya untuk bertanya ataupun memberi masukan terkait sistem TI yang akan dikembangkan,” Narkim menceritakan.

Karena dikembangkan secara internal dengan platform open source, sistem TI tersebut melahirkan efisiensi biaya pengadaan. Narkim berkata, “Kalau membeli perangkat lunak dari luar, bisa berbiaya Rp 5,8 miliar. Nah, anggaran tersebut tidak perlu dikeluarkan RS Pelni, bukan?”

Selanjutnya, RS Pelni punya road map pengembangan sistem TI. Dalam hal ini, di tahun 2017, proses TI-nisasi ke SDM ditargetkan selesai 100%. Adapun di tahun 2018, ada target bahwa RS Pelni menjadi suatu smart hospital. Dalam smart hospital tersebut, ada berbagai menu yang muncul. Semisal, sistem human resources (HR) di RS Pelni akan berbasis data elektronik. Juga, untuk tititik-titik layanan di rumah sakit itu, informasi yang dihadirkan bakal lebih cepat dan menarik. Dan selanjutnya, informasi seperti itu akan terhubung ke suatu knowledge management system.

Dengan semua itu, tidaklah heran ketika RS Pelni mendapatkan penghargaan Top IT Implementation on BUMN Hospital 2017, dalam ajang Top IT and Telco 2017 yang digelar oleh Majalah ITech, bukan?.

www.ITECH.id


Copyright by RS PELNI 2017. All rights reserved.